Subscribe to Wordpress Themes Demo
Menyambungkan Internet Pada Komputer Perkantoran posted in Tak Berkategori |

6th Nopember 2009

Aplikasi Internet terhadap Komputer Perkantoran

Latar belakang makalah ini adalah melihat perkembangan dunia telekomunikasi di Indonesia yang berjalan dengan sangat cepat. Seiiring dengan perkembangan teknologi hubungan antar sesama manusia dapt lebih mudah untuk dijangkau, sehingga kebutuhan komunikasi pada saat ini tidak selalu terkait ruang dan waktu. Salah satunya dengan adanmya teknologi telekonferensi.

Teknologi telekonferensi memadukan antara dua macam format audio dan visual. Teknologi ini tentunya membutuhkan sebuah jaringan berkecapatan tinggi agar kemampuan dalam mengirimkan sinyal dapat diterima dengan baik. Teknologi ini sangat membantu sekali sebab kita tidak perlu berkomunikasi dengan terikat ruang dan waktu. Teknologi ini bisa dibilang lebih mirip dengan teknologi 3G diponsel.

Teknologi telekonferensi ini dapat berguna bagi semua kalangan, misalnya dalam dunia pendidikan, bagi para mahasiswa, teknologi telekonferensi ini dapat digunakan sebagai sarana komunikasi antarsesama dosen ataupun dengan sesama mahasiswa. Jika misalnya dosen tidak mampu hadir di dalam kelas untuk memberikan kuliah, maka dengan adanya teknologi ini membuat mahasiswa semakin terbantu, sebab dosen tidak harus hadir, ia bisa memberikan mata kuliahnya di suatu tempat dengan waktu secara real time.

Selain itu pemanfaatan teknologi ini digunakan di dunia kerja, misalnya ketika diadakan sebuah rapat penting, sedangkan pimpinan perusahaan sedang berada di luar negeri, ia bisa ikut serta di dalam rapat dan bisa ikut memberikan arahan yang penting bagi bawahannya.

Pekerjaan kantor adalah suatu kegiatan kesekretariatan dan administratif. Segala sesuatu yang berkaitan dengan catat-mencatat, melakukan perjanjian, memfasilitasi pertemuan, memberikan laporan, menyusun dokumen, menyimpan dokumen, mengirimkan surat dan sebagainya. Untuk keperluan tersebut, terbentuk suatu jalinan komunikasi formal maupun informal. Dengan berkembangnya teknologi informasi, penggunaan perangkat komputer untuk perkantoran membuka era otomatisasi perkantoran (Office Automation / OA).

Secara tidak terduga, jaringan internet yang tadinya hanya diperuntukkan bagi lembaga-lembaga penelitian semacam perguruan tinggi ternyata berkembang dan meluas penggunaannya di kalangan bisnis dan masyarakat. Akibatnya adalah terhubungkannya beratus-ratus juta manusia (dan terus bertambah) ke dalam sebuah arena jaringan yang sering dinamakan sebagai dunia maya (virtual world) tersebut.

Dikatakan sebagai dunia maya karena arena ini tidak dapat dijamah atau diraih secara fisik karena terbentuk dari koneksi hubungan digital antar berbagai teknologi informasi (komputer dan telekomuniasi). Disamping itu, dunia maya tidak memiliki batas-batas geografis (borderless) seperti halnya planet bumi yang terbagi atas beberapa negara.

Telekonferensi dalam Perusahaan

Fenomena eBusiness tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis di negara-negara maju maupun berkembang. Konsep baru yang berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru ini dianggap sebagai kunci sukses perusahaan-perusahaan di era informasi dan di masa-masa mendatang. Secara ringkas, Mohan Sawhney mendefinisikan eBusiness sebagai:“The use of electronic networks and associated technologies to enable, improve, enhance, transform, or invent a business process or business system to create superior value for current or potential customers”.

Secara prinsip definisi tersebut jelas memperlihatkan bagaimana teknologi elektronik dan digital berfungsi sebagai medium tercapainya proses dan sistem bisnis (pertukaran barang atau jasa) yang jauh lebih baik dibandingkan dengan cara-cara konvensional, terutama dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan oleh mereka yang berkepentingan (stakeholders).

Seperti halnya pepatah yang mengatakan “banyak jalan menuju Roma”, eBusiness merupakan salah satu jalan yang dimaksud untuk menuju kepada “the creation of wealth” bagi sebuah perusahaan (harap diperhatikan bahwa eBusiness bukanlah merupakan tujuan, atau “Roma” yang dimaksud dalam pepatah terkait). Dengan kata lain, cakupan atau spektrum eBusiness dapat sangat luas wilayahnya tergantung dari masing-masing orang melihat definisi dari kata “bisnis” itu sendiri. Untuk dapat menangkap dimensi ruang lingkup pengertian eBusiness, cara yang kerap dipakai adalah dengan menggunakan prinsip 4W yang dikemukakan oleh Mohan Sawhney et.al., antara lain, yaitu: (What, Who, Where, dan Why).

· Dimensi WHAT

Banyak orang mempertukarkan istilah eBusiness dengan eCommerce. Secara prinsip, pengertian eBusiness jauh lebih luas dibandingkan dengan eCommerce, bahkan secara filosofis, eCommerce merupakan bagian dari eBusiness. Jika eCommerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, eBusiness memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya.

Adanya internet telah memungkinkan perusahaan untuk menjalin komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar entity (pelanggan, mitra, pesaing, pemerintah, dsb.) yang ada di dunia maya; karena sifat komunikasi tersebut merupakan bagian dari sebuah sistem bisnis, maka dapat dimengerti luasnya pengertian dari eBusiness.

· Dimensi WHO

Siapa saja yang terlibat di dalam eBusiness? Seperti yang tersirat dalam definisinya, semua pihak yang melakukan interaksi dalam sebuah sistem bisnis atau serangkaian proses bisnis (business process) merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup eBusiness. Paling tidak ada tujuh (A sampai G) klasifikasi yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government.

Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe eCommerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya), atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import; atau D-to-D yang menghubungkan antara dua peralatan canggih teknologi informasi seperti antara PDA dengan Handphone, atau B-to-F yang menghubungkan sebuah perusahaan penjual barang- barang kebutuhan rumah tangga dengan berbagai keluarga, dan lain sebagainya.

· Dimensi WHERE

Tidak sedikit masyarakat awam yang mempertanyakan dimana sebenarnya kegiatan bisnis dapat dilakukan dalam eBusiness. Jawabannya sangat singkat dan mudah, yaitu dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan yang bersangkutan, maka di dalam eBusiness, interaksi dapat dilakukan melalui berbagai kanal akses.

Di rumah, seorang Ibu dapat menggunakan telepon atau webTV untuk berkomunikasi dengan perusahaan penjual produk atau jasa, di kantor, seorang karyawan dapat menggunakan perlengkapan komputer atau fax, di mobil, seorang mahasiswa dapat menggunakan handphone atau PDA-nya, di lokasi keramaian seperti mall, toko-toko, atau pasar, masyarakat dapat memanfaatkan ATM, Warnet, atau Kios-Kios Telekomunikasi (Wartel) untuk melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, istilah dimana saja untuk melakukan hubungan dengan siapa saja bukanlah sekedar semboyan yang muluk, tetapi telah menjadi kenyataan di dalam implementasi eBusiness.

· Dimensi WHY

Pertanyaan terakhir yang kerap menghantui para pelaku bisnis tradisional adalah mengapa para praktisi bisnis di seluruh dunia sepakat untuk mengimplementasikan eBusiness sesegera mungkin sebagai model bisnis di masa mendatang. Penerapan konsep eBusiness secara efektif tidak saja menguntungkan perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yang dapat dihemat (cost cutting), tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan untuk meningkatkan level pendapatannya (revenue generation) secara langsung maupun tidak langsung.

Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat. Disamping itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan transformasi bisnis (perubahan bisnis inti) setelah melihat besarnya peluang bisnis baru di dalam menerapkan konsep eBusiness. Yang tidak kalah menariknya adalah, bahwa dengan menerapkan konsep jaringan (internetworking), sebuah perusahaan berskala kecil dan menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan raksasa untuk menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan. Dan tidak jarang pula teradapat sebuah perusahaan berskala kecil (dilihat dari jumlah karyawannya) yang pendapatannya dapat melebihi perusahaan menengah maupun besar karena strategi efektif mereka dalam menerapkan eBusiness.

E-Business dan knowledge management

Knowledge Management (pengelolaan pengetahuan) adalah bagaimana manusia dapat mengumpulkan aset pengetahuan (knowledge asset) dan menggunakannya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Sementara menurut pakar internet Dr. Onno W. Purbo filosofi mendasar knowledge management adalah knowledge is power, share it and it will multiply. Melalui cara berpikir semacam ini diyakini bahwa Internet akan berperan besar dalam membuat masyarakat menjadi pintar. Hal inilah yang merupakan dasar bagi timbulnya masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).

Dalam pengelolaan pengetahuan, dikenal istilah explicit knowledge yaitu hasil pengetahuan yang telah berwujud misalnya skripsi, tugas akhir, laporan penelitian, buku dan semacamnya, serta tacit knowledge berupa pengetahuan yang masih tersimpan dalam kepala pemiliknya. Internet merupakan platform yang amat menunjang pertukaran tacit knowledge, sedangkan manajemen explicit knowledge akan ditunjang oleh pengembangan digital library dengan konsekuensi bahwa proteksi pengetahuan seperti hak atas kekayaan intektual (HAKI), hak cipta dan paten menjadi tidak relevan dalam pertukaran informasi yang cepat.

Dengan adanya kemudahan berkomunikasi dengan menggunakan teknologi multimedia, teleconference/ video conference, memungkinkan adanya proses belajar mengajar jarak jauh melalui internet atau dikenal dengan istilah Cyber Education/ Virtual University. Sehingga mahasiswa dapat kuliah dimana saja dan kapan saja.

Melalui konsep di atas muncullah istilah cyber economic yang mengacu pada optimal combination of existance and dynamic of real and virtual economic yang menisbikan dimensi ruang dan waktu, sehingga akan memperbesar cakupan (coverage) dan memberikan kesempatan luas bagi berkembangnya peluang-peluang di bidang ekonomi yang selama ini tidak atau bahkan mustahil ditemukan di conventional economic.

Menurut sebuah badan riset (Gartner Research 1999) yang telah melayangkan email ke 38 perusahaan financial services yang sering menerima dan memberikan informasi melalui email diperoleh data-data sebagai berikut:

2 % tidak memberikan respon asli dari orang, tapi hanya sebuah email otomatis

50% email tersebut mengucapkan terima kasih

Rata-rata respon perusahaan terhadap inquiry yang free of charge ialah 3 hari

Rata-rata respon terhadap inquiry yang formal ialah 5 hari

25 % tidak pernah memberikan respon

Seperti data di atas terlihat bahwa memang masih ada perusahaan yang menyajikan web yang sangat menarik, namun belum menetapkan atau tepatnya mengetahui apa harapan pelanggan di suatu masyarakat khususnya negeri Indonesia yang mungkin memiliki kultur tertentu. Suatu kultur yang senang mencoba hal baru, dan terjebak dengan banyaknya promosi dari hal-hal baru tersebut.

Yang paling tidak disadari adalah, email dapat ditransfer ke orang atau person yang berhak jauh lebih efektif daripada sebuah sambungan telepon konvensional. Apakah mungkin menerapkan CTI application hingga ke meja manager HRD apabila terjadi pertanyaan dari evaluator kartu kredit terhadap calon pelanggan yang berasal dari perusahaan tersebut. Dengan email, dapat disampaikan dan apabila media kapasitas messaging sangat besar, maka email ini dijamin akan datang dan kemungkinan dibaca sekitar 70%. Secara internal di kantor pun seorang staff dapat mencari alamat email managernya dengan address book atau Global Address List (Microsoft).

Sebuah perusahaan akan dianggap bagus apabila mampu menghandle 90% dalam 2 jam bekerja. Angka tersebut merupakan angka maximum dari suatu penilaian good quality service.

Layanan internet dan mobile di industri perbankan

Industri perbankan, secara alami adalah bisnis yang sangat kompetitif dan dibangun atas dasar kepercayaan nasabah. Ditengah lingkungan bisnis yang dinamis, tantangan dunia perbankan sangat jelas, yaitu bagaimana layanan bank tetap menguntungkan. Bagaimana meningkatkan kapasitas sumber daya agar mencapai pertumbuhan yang lebih baik. Penerapan ICT (Information and Communication Technology) di perbankan sudah tentu bukan untuk efisiensi pengurangan SDM, apalagi di negeri kita yang sedang butuh lapangan pekerjaan. Tetapi, teknologi justru diperlukan untuk meningkatkan produktivitas per SDM melalui pengembangan bisnis.

Secara umum, terdapat dua aspek dimana ICT berdampak besar terhadap pola bisnis suatu usaha, yaitu aspek Reach (jangkauan) and Richness (kaya manfaat). Pada fase awal, e-Business berdampak penghilangan perantara (disintermediation). Pada proses disintermediation, perluasan bisnis (Reach) berbanding terbalik dengan Richness. Misalnya, layanan perbankan umumnya sederhana (Low Richness) yaitu hanya mencakup waktu dan nilai uang, sehingga penggunaan e-Business pada layanan perbankan bisa menjangkau penetrasi layanan yang luas, ATM tersebar di mana-mana (High Reach).

e-Business dengan didukung teknologi internet dan mobile mampu mengubah kedua faktor menjadi sejalan. Fenomena ini disebut dengan dekonstruksi (deconstruction). Misalnya, Toko Buku amazon.com dengan membuka layanan di internet mampu menjangkau pelanggan yang luas (High Reach), dan kaya ragam tawaran (High Richness) yaitu buku, elektronik, CD, dan lain sebagainya.

Demikian pula dengan layanan perbankan, melalui teknologi internet dan mobile saat ini layanan perbankan sudah bergerak menjadi e-Commerce yang kaya ragam tawaran. Misalnya memadukan layanan bank dan pembayaran (pajak, kartu kredit, tagihan, isi ulang, dll) melalui terminal PC, PDA, atau perangkat mobile nasabah. Inovasi bisnis berbasis ICT melalui teknologi internet dan mobile memberi kemungkinan ekspansi dan produktivitas bisnis perbankan (reduksi biaya per transaksi) dapat berjalan seiring.

Beberapa contoh meluasnya penerapan internet diperbankan misalnya: ABN AMRO mengintegrasikan e-Business melalui sistem hub arus pembayaran di Internet mendukung perdagangan global lintas ekonomi. HSBC Membangun kepercayaan jasa dan transaksi keuangan on-line melalui internet; Bank of America, membangun strategi portal untuk broker jasa perbankan. Di tanah air, BCA memiliki layanan click and mobile melalui KlikBCA dan M-BCA.

Dengan meluasnya penggunaan Internet dan perangkat komunikasi mobile di masyarakat, membuat distribusi biaya transaksi sebagian berpindah ke pelanggan atau nasabah. Pada era brick and mortar, biaya transaksi sepenuhya diinvestasikan oleh Bank meliputi mesin Teller dan ATM. Pada era click and mortar, layanan perbankan memanfaatkan penyebaran PC yang telah tersedia di nasabah. Sedang pada era click and mobile semakin banyak terminal adalah perangkat nasabah, disamping terminal ATM yang telah ada.

Dengan demikian, biaya per transaksi di sisi bank akan terus menurun, karena sebagian biayanya didistribusikan ke nasabah. Jumlah pelanggan selular, posisi Juni 2003, sebesar lebih kurang 15 juta, dan telepon sebesar 7.5 juta, secara potensial dapat mendistribusikan layanan bank. Speed, Flexibility, dan Simplicity.

Apapun inisiatif bisnis tanpa melibatkan teknologi adalah ilusi, namun ICT berkembang cepat diawali dengan ‘hype’, gelombang cepat ‘hype’ dihindari dengan merangkul teknologi hanya pada tahap adanya kecerahan dan maturitas pasar. Oleh karena itu, di Industri perbankan, proyek TI tidak akan habis sampai kapanpun, karena life cycle teknologi yang cepat dan pelanggan semakin canggih dan melek teknologi.

Teknologi IP (internet protocol) dengan atribut terbuka, mudah, murah membawa konvergensi dari kompetensi ICT, sehingga pengembangan software bisa dilakukan oleh kelompok-kelompok pengembangan in-house maupun outsourcing sejauh sesuai dengan master plan dari Strategi TI-nya. Indikator yang menarik adalah pada era 90-an, Menurut Standish Group Research, secara umum hanya 25% proyek yang selesai sesuai waktu, anggaran, dan fitur yang dikehendaki. Pada era konvergensi saat ini, 75% proyek TI berjalan baik. Isunya hanya tinggal proyek sesuai skedul atau tidak.

Meskipun tingkat pertumbuhannya moderat (10-20%) tahun 2001-2002, dunia perbankan dan keuangan yang paling hati-hati dalam menerapkan inisiatif e-Commerce, telah mulai meningkat keyakinannya dalam menerapkan jasa keuangan melalui internet dan mobilility. Penerapan Internet di perbankan berjalan dalam fase-fase. Fase paling awal adalah sosialisasi untuk membangun e-culture yang basisnya dimulai dari jaringan korporat (intranet), karena kita tidak bisa melompat langsung ke internet sebelum sistem internal siap untuk menopangnya.

Setelah membangun e-culture, bank akan siap untuk mengkapitalisasi kapabilitasnya ke dalam cara-cara baru untuk menggelar layanan kepada nasabah dan mitra usaha. Baru kemudian pada tahap akhir, masuk ke fase transformasi ekosistem finansial. Pada tahap ini akan terjadi efek berganda dari jaringan internet, mobile, dan komunitas finansial, baik vertikal maupun horisontal. Fase ini akan mengambil manfaat dari teknologi yang memberi keluwesan untuk bisa melayani nasabah dengan cara yang lebih baik

Pameran Komputer Pecahkan Dua Rekor MURI Fino Yurio Kristo - detikinet

Replika Stasiun Tugu (bagus/detik)

Yogyakarta - Dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dipecahkan dalam gelaran pameran komputer Yogyakomtek 2007. Dua rekor ini meliputi rekor proyeksi LCD terpanjang 120 meter dan prakarsa pembuatan replika eksterior Stasiun Tugu Yogyakarta. "Sepintas tak ada hubungannya antara stasiun kereta api dan pameran komputer. Namun dengan pembuatan eksterior ini, kami ingin menampilkan salah satu ikon kota Yogya dalam pameran komputer ini, " ungkap Hadi Santono, ketua Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia (Apkomindo) Yogyakarta selaku penyelenggara acara dalam pembukaan pameran di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (3/11/2007). Perwakilan MURI yang hadir dalam kesempatan yang sama, Sri Widayati pun menyerahkan sertifikat MURI pada Hadi Santono dan Drs. Herlianto, Kepala PT Kereta Api Yogyakarta yang juga turut mengagas pembuatan eksterior stasiun Tugu tersebut. Sementara sertifikat MURI untuk rekor proyeksi LCD terpanjang 120 meter akan diserahkan pada penutupan pameran tanggal 7 November mendatang. Menggunakan 24 unit LCD proyektor yang diproyeksikan berbarengan, rekor LCD terpanjang sebelumnya yaitu 100 meter berhasil dilampaui. Rekor 111 Jam Game Online Satu rekor MURI lagi yang sedang berusaha dipecahkan dalam perhelatan pameran kali ini adalah jam game online terpanjang. "Sebelumnya, rekor jam game terpanjang mencapai 100 jam yang terjadi di kota Bandung. Kami sekarang mencoba memecahkannya menjadi 111 jam," tandas Anton Budiono, salah satu panitia acara Yogyakomtek 2007. Dimulai sejak Jumat (2/11) kemarin, sebanyak 30 komputer digunakan untuk kompetisi game online secara simultan non stop. Game yang dikompetisikan adalah 'AyoDance'' dan 'DotA-Allstars'. Jika tak ada hambatan, rekor MURI akan terpecahkan pada tanggal 7 November pagi. Datangnya Era VIP Hadir pada acara pembukaan Yogyakomtek 2007, Dirjen Aplikasi Telematika, Cahyana Ahmadjayadi mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika. "Saya gembira dengan berbagai prakarsa yang diambil panitia acara ini. Sekarang memang telah datang era Teknologi Informasi (TI) yang bersifat VIP," demikian kata Cahyana dalam sambutannya. "VIP di sini bukan very Important Person, namun kepanjangan dari virtual, intelligent, dan personal," Virtual sama artinya dengan maya. Maksudnya, TI selalu bersentuhan dengan dunia maya seperti Internet. Sementara intelligent berarti TI membutuhkan kecerdasan. Untuk kata personal berarti TI bersifat pribadi. Demikian jelas Cahyana sebelum membuka secara resmi pameran ini di tengah hujan rintik rintik. Ia juga menambahkan betapa TI mengubah gaya hidup manusia secara drastis daripada waktu lampau. ( fyk / fyk )

Dapatkan berita daerah, gossip & olahraga diHandphone Nokia dengan mengaktifkan layanan Nokia Life Tools

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Kelas

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke ?on line? atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut.

Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut ?cyber teaching? atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.

Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dsb.

Betapa Pentingnya Internet Marketing bagi Bisnis Online

WP Greet Box icon
X
Welcome Googler! If you find this page useful, you might want to subscribe to the RSS feed for updates on this topic.
You were searching for "pentingnya internet ". See posts relating to your search »

* Betapa Pentingnya Internet Marketing bagi Bisnis Online
Mungkin anda Sudah mengenal bisnis online dan jenis-jenisnya dan juga sudah tahu apa itu internet marketing.Jika ditanya apa hubungan keduanya?maka...
* Antara Blogger dan Internet Marketing
Saat ini saya jarang ngeblog karena kesibukan saya di dunia nyata dan dunia maya,ya di dunia maya saya juga berbisnis...
* Bisnis dengan Internet,Bisnis online sampingan atau utama?
Era internet sudah datang,masyarakat yang dulunya sangat sedikit mengenal internet,kini sudah cukup akrab dengan internet.Kondisi ini memunculkan lahan bisnis baru...
* Apa Pentingnya Status Yahoo Messenger ?
Status Yahoo Messenger dapat kita pasang di blog/website ,namun apakah anda tahu gunanya ? Status Yahoo Messenger selain untuk penghias...
* Kecanduan Internet
Setiap hari aku banyak menghabiskan waktu di internet,tidak hanya menggunakan PC tapi juga HP,dengan bermodalkan hp M600i,telkomsel flash dan opera...

Powered by WP Greet Box

Mungkin anda Sudah mengenal bisnis online dan jenis-jenisnya dan juga sudah tahu apa itu internet marketing.Jika ditanya apa hubungan keduanya?maka jawabnya sangat erat,tidak bisa bisnis online berjalan tanpa internet marketing dan internet marketing tidak ada gunanya kalau tidak ada bisnisnya.Dalam membangun sebuah bisnis online selain memikirkan apa produknya juga harus di rencanakan pemasarannya,promosi-promosi apa saja yang harus dilakukan dan berapa budgetnya.
Seberapa besar kesuksesan sebuah bisnis online ditentukan oleh seberapa hebat dia menguasai internet marketing “Apapun bisnis Onlinenya maka jalannya tetap internet marketing”(niru slogan teh sosro he…).Tidak peduli apakah anda pemilik dari bisnis online tersebut atau hanya anggotanya saja maka internet marketing tetap harus dikuasai.Dalam internet marketing kita tidak harus “jago ngomong”tapi yang paling penting adalah melihat peluang yang ada didepan,memiliki ide-ide yang kreatif dan unik.

PENTINGNYA KOMPUTER DAN JARINGAN INTERNET DI SEKOLAH.

Derasnya arus Tehnologi Informasi khususnya tehnologi komputer dan jaringan internet sudah merambah sampai ke pedesaan. Ini dapat dilihat dari banyaknya warnet yang menyebar di kota-kota kecil, juga dibukanya jaringan internet untuk pendidikan Jardiknas. Siap atau tidak siap kita sebagai manusia yang hidup di abad ini harus mengikuti arus tersebut
Namun disayangkan sumber daya manusia kita masih belum siap dan yang lebih memprihatinkan lagi dunia pendidikan kita juga belum siap, banyak sekolah yang belum memiliki jaringan internet, guru-gurunya juga banyak yang belum biasa memanfaatkan internet, padahal banyak warnet di sekitar sekolah atau tempat tinggalnya. Banyak sekolah-sekolah yang sebenarnya mampu menyediakan fasilitas komputer dan jaringan internet tapi tidak mau menyediakan fasilitas tersebut dengan alasan keterbatasan dana dan keterbatasan sumber daya manusianya.

Prof. Dr. Azis Wahab, M.A. (Ed) Direktur Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam orasi ilmiah dalam rangka pelaksanaan Wisuda X STKIP Garut dan Wisuda I AMIK Garut mengungkapkan betapa pentingnya komputer dan jaringan internet, “Pengadaan perangkat komputer dan pengetahuan pemanfaatannya sudah merupakan sesuatu yang harus terutama dalam memasuki abad ke 21 dan dalam rangka mempersiapkan diri menerima wewenang otonomi pendidikan”.
Ada beberapa alasan menurutnya, yaitu :
1. Informasi yang disimpan secara elektronik memiliki fleksibilitas dalam mengkakses dan dalam pemanfaatannya yang sudah tidak mungkin dilakukan melalui sistem penanganan informasi dengan cara lama. Komputer juga menyediakan begitu banyak kemudahan dalam mengelola informasi dalam arti menyimpan, mengambil kembali dan pemutahiran informasi.
2. Komputer juga merupakan alat yang memiliki kemampuan luar biasa dalam membantu memanfaatkan informasi itu dalam rangka pengambilan keputusan dan pemecahan masalahan secara kreatif. Kemampuan komputer juga untuk memanipulasi dan menyusun kembali informasi untuk kepentingan khusus pemakai menjadikannya menjadi alat yang efektif dalam tugas menganalisis dan menanfsirkan kecenderungan yang terjadi, pengujian hipotesisi dan identifikasi kecenderungan baru program-program sekolah.
3. Dengan menempatkan komputer di bawah kendali langsung kepala sekolah akan menjadi alat yang amat ampuh untuk pengelolaan dan pemrosesan informasi sebuah kemampuan yang mengantarkan langsung informasi secara cepat kehadapan kepala sekolah dan juga kepada pimpinan lainnya.
Betapa pentingnya jaringan komputer sehingga sekolah-sekolah perlu menyediakan fasilitas tersebut, sekaligus memberikan pelatihan pada guru-guru untuk menambah kompetensinya di dunia pendidikan.

Manfaat Internet Sebagai Media Pendidikan

Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference.

Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu
a. sebagai media interpersonal dan massa;
b. bersifat interaktif,
c. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron.

Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional.
Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Metoda talk dan chalk, ”nyantri”, ”usrah” dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, mailing list, dan chatting. Mailing list dapat dianalogikan dengan ”usrah”, dimana pakar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. Metoda ini mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif seperti pada metoda ”usrah”.

Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi :
•arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat;
•kemudahan mendapatkan resource yang lengkap,
•aktifitas pembelajaran pelajar meningkat,
•daya tampung meningkat,
•adanya standardisasi pembelajaran,
•meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer dan pelengkap. Metoda konvensional tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Metoda talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference. Metoda ”nyantri” dan ”usrah” mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list.

Sumber : De Real Purnawan Blog